Posted by: aJOemOni on: Tuesday, 21 April 2009

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu terlelap tidur,Aku akan menyelimutimu dengan lebih rapat, dan berdoa kepada Tuhan agar menjaga jiwamu.Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu melangkah keluar pintu,Aku akan memelukmu erat dan menciummu, dan memanggilmu kembali untuk melakukannya sekali lagi.Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kudengar suaramu memuji,Aku akan merekam setiap kata dan tindakan, dan memutarnya lagi sepanjang sisa hariku.Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya, aku akan meluangkan waktu ekstra satu atau dua menit,Untuk berhenti dan mengatakan “Aku mencintaimu”, dan bukannya menganggap kau sudah tahu.Jadi, untuk berjaga-jaga seandainya esok tak pernah datang, dan hanya hari inilah yang kupunya,Aku ingin mengatakan betapa aku sangat mencintaimu, dan kuharap kita takkan pernah lupa.Esok tak dijanjikan kepada siapapun, baik tua maupun muda,Dan hari ini mungkin kesempatan terakhirmu untuk memeluk erat orang tersayangmu.Jadi, bila kau sedang menantikan esok, mengapa tidak melakukannya sekarang?Karena, bila esok tak pernah datang, kau pasti akan menyesali hari iniSaat kau tidak meluangkan waktu untuk memberikan sebuah senyuman, pelukan, atau ciuman,Dan saat kau terlalu sibuk untuk memberi seseorang apa yang ternyata merupakan permintaan terakhir mereka.Jadi, dekap erat orang-orang tersayangmu hari ini, dan bisikkan di telinga mereka,Bahwa kau sangat mencintai mereka, dan kau akan selalu menyayangi mereka.Luangkan waktu untuk mengatakan “Aku menyesal”, “Maafkan aku”, “Terima kasih”, atau “Tidak apa-apa”.Dan bila esok tak pernah datang, kau takkan menyesali hari ini.- Norma Cornett Marek
Esok Tak Pernah Datang dipersembahkan sebagai kenangan akan Sammy, putra Norma Cornett Marek.
Jika kau hanya bisa hidup satu jam lagi, dan kau hanya bisa menelepon satu kali, siapa yang akan kauajak bicara, apa yang akan kaukatakan di satu jam terakhir itu… dan mengapa kau menunggu?
Jika dapat mengulur waktu untuk hidup, setiap orang mungkin akan berjanji untuk menjalani hidup barunya dengan lebih baik. Tapi kenapa harus menunggu ketika waktu itu datang?
Inspiring poem yang didapat dari sisipan buku An Hour to Live, an Hour to Love, sebuah cerita nyata tentang bingkisan terindah yang dikenang oleh Kristine Carlson yang diberikan oleh almarhum suaminya, Richard Carlson pada perayaan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-18.
Hari ini harapan baru. Bismillah..
iya,,bagus……
kita sering lupa,,^^
makasih dah ingetin yahhh
Kereeeeennn… !!
jika aku tahu tak ada hari esok.. aku tak bsa membayangkannya..
berarti kta harus melakukan yg terbaik di setiap waktu dalam hidup kita.. smangat!
kuuerrreeennn tenan rek..
arigatos yo yuu
Tuesday, 21 April 2009 at 12:13 pm
huhu… poem nya bagus ^_^c
hari ini harapan baru
Bismillah ^_^